Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan.
Meski mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa, intervensi gizi nasional ini tetap berjalan dengan penyesuaian skema distribusi dan menu.
Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu Gloria Erysa Meilinda Situmorang menjelaskan bahwa pelaksanaan di bulan Ramadan akan mengadopsi mekanisme yang sama dengan tahun sebelumnya.
Penyaluran MBG di Bengkulu difokuskan pada penyediaan paket makanan yang dapat dibawa pulang.
Siswa akan menerima paket makanan kering atau menu tahan lama yang dikemas dalam tas khusus (totebag) untuk dibawa pulang sebagai hidangan berbuka puasa.
“Untuk menu tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perhitungan nutrisi dilakukan langsung oleh ahli gizi untuk menjamin kualitas asupan meskipun dalam bentuk makanan kering,” ucapnya, (18/2/2026).
Sesuai instruksi Badan Gizi Nasional (BGN), paket Ramadan dilarang mengandung makanan ultra-proses (Ultra-Processed Food) serta makanan pedas guna menjaga kesehatan pencernaan siswa yang berpuasa.
Bagi siswa yang tidak berpuasa, distribusi makanan dilakukan seperti biasa namun dengan penyediaan ruang makan khusus untuk menghormati mereka yang sedang berpuasa.
Program ini diharapkan dapat menjaga konsistensi pemenuhan gizi anak sekolah di Bengkulu, yang saat ini telah menjangkau sekitar 250 ribu penerima manfaat melalui 114 unit dapur SPPG yang tersebar di wilayah tersebut.





